KULIAH TAMU SEMESTER GENAP 2021/2022
PELUANG & TANTANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM DIGITALISASI DESA
Universitas Sari Mutiara Indonesia adalah perguruan tinggi swasta yang terletak di Medan. Berdiri pada tahun 1982 berdasarkan SK Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU 659.AH.01.04 Tahun 2010. Universitas Sari Mutiara Indonesia berkedudukan di Ibukota Provinsi Sumatera Utara dengan kampus terletak di Kota Pelajar Mahasiswa, Kota Medan. Saat ini USM-Indonesia memiliki ribuan orang mahasiswa yang menuntut ilmu di 23 Program Studi yang terdiri dari Program Diploma (D3), Program Sarjana (S1), Program Pascasarjana (S2) dan Profesi.
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, USM Indonesia memiliki fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia, baik untuk berkebutuhan lokal, nasional maupun regional. Sebagai universitas yang mempunyai visi Menjadi Universitas Yang Unggul, Berkarakter Dan Berdaya Saing Global Tahun 2038.
Dalam rangka meningkatkan peran serta perguruan tinggi di dalam pembelajaran khususnya mengenai digitalisasi desa maka Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sari Mutiara Indonesia mengadakan kuliah umum dengan mengundang nara sumber Bapak Abdul Kadir, ST dari Lembaga Bantudesa.com sebuah lembaga yang bergerak di bidang digitalisasi desa.
Kegiatan diadakan pada hari kamis tanggal 12 Mei 2022 di Hall Ign Washington Purba Kampus Universitas Sari Mutiara Indonesia Jalan Kapten Muslim dan juga dilakukan secara online melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains & Teknologi Ibu Vivi serta Ketua Prodi Sistem Informasi Bapak Burhanuddin Damanik, M.Kom beserta para staf dosen dan mahasiswa prodi Sistem Informasi dan sebagai moderator kegiatan Bapak Alexander FK, Sibero, M.Kom
Dalam paparannya Bapak Abdul Kadir, ST menjelaskan bagaimana perkembangan era industri 4.0 membawa dampak yang sangat besar bagi yang tidak siap untuk berpindah dari platform konvensional ke platform digital. Di era digital semuanya serba otomatis dan cepat sehingga kita harus bisa mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini tidak hanya berlaku di kota tapi juga di desa. Desa harus siap dalam menghadapi revolusi digital yang sangat pesat sekarang ini.
“Saya melihat sangatlah penting peran perguruan tinggi untuk ikut membantu desa dalam transformasi teknologi dan memberikan kontribusi lebih ke desa, bisa dengan melakukan desa binaan, penelitian dosen, Praktek Kerja Mahasiswa dan Program Hibah untuk membangun desa menjadi lebih mandiri dan modern….” ujar Bapak Abdul Kadir, ST.
Disinggung juga hal-hal yang menjadi tantangan perguruan tinggi dalam digitalisasi desa seperti masih belum siapnya tenaga SDM yang mampu untuk memberikan keahliannya dalam membantu desa menghadapi era digital. Budaya lokal juga menjadi salah satu faktor penghambatnya dimana ada beberapa desa yang tidak ingin menggunakan teknologi dikarenakan aturan dari para pemimpin adat mereka.
Diakhir paparan nya bapak Abdul Kadir, ST mengajak para mahasiswa dan dosen serta staf pengajar Universitas Sari Mutiara Indonesia untuk berkolaborasi dalam mengembangkan digitalisasi desa khsusunya di Sumatera Utara.